
Surabaya, 8 November 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Komunitas dan Kedokteran Keluarga Indonesia (PDSKKI) Jawa Timur dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Penandatanganan kemitraan ini berlangsung di lingkungan Fakultas Kedokteran UWKS dan dihadiri oleh Dewan Pembina PDSKKI, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes., Sp.KKLP., SubSp.FOMC, serta Ketua PDSKKI Jawa Timur, Dr. dr. Farida Rusnianah, M.Kes., Sp.KKLP., SubSp.FOMC.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran UWKS menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi dokter keluarga sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Kolaborasi tersebut menegaskan komitmen kedua institusi untuk menghadirkan sistem kesehatan yang lebih humanis, promotif, dan preventif, sesuai arah kebijakan transformasi sistem kesehatan nasional yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI.
“Kami merasa terhormat atas kepercayaan PDSKKI Jawa Timur untuk menjalin kemitraan strategis ini. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat bersama memperkuat peran dokter keluarga, yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pada pencegahan, promosi kesehatan, dan pembinaan keluarga sehat secara holistik,” ujar Dekan FK-UWKS dalam sambutannya.
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dikenal memiliki keunggulan dalam pendekatan community-based medicine (kedokteran komunitas) yang selaras dengan filosofi kedokteran keluarga. Sejak awal berdirinya, FK-UWKS berkomitmen mencetak lulusan dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan empati terhadap keluarga serta masyarakat.
Berbagai program unggulan seperti Public Health Oriented Program (PHOP), praktik lapangan, dan pengabdian masyarakat terpadu telah menjadi bagian integral dari kurikulum FK-UWKS.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dilatih untuk memahami determinan sosial kesehatan serta membangun komunikasi interpersonal yang kuat dengan masyarakat, nilai-nilai yang menjadi fondasi utama bagi praktik dokter keluarga.
“Kami ingin menghasilkan dokter yang tidak hanya menguasai aspek klinis, tetapi juga memahami konteks sosial budaya dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan,” tambah Dekan FK-UWKS.
Kerja sama FK-UWKS dan PDSKKI Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif konkret seperti pelatihan, lokakarya, penelitian lintas institusi, serta publikasi ilmiah bersama di bidang kedokteran keluarga.
Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara kolaboratif diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat program promotif dan preventif di tingkat keluarga dan komunitas.
“Kami percaya bahwa sinergi antara fakultas kedokteran dan PDSKKI akan menjadi motor penting dalam mencetak dokter keluarga yang profesional, empatik, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tutur Dekan.
Ketua PDSKKI Jawa Timur, Dr. dr. Farida Rusnianah, M.Kes., Sp.KKLP., SubSp.FOMC, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk memperkuat kapasitas dokter keluarga di era transformasi kesehatan nasional.
“Kemitraan dengan Fakultas Kedokteran UWKS ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedokteran keluarga di wilayah Jawa Timur. Kami berharap kegiatan bersama ke depan tidak hanya memperkaya kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga menumbuhkan kepekaan sosial serta jiwa pengabdian di kalangan dokter muda,” ujarnya.
Dr. Farida juga menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model kerja sama yang berkelanjutan antara organisasi profesi dan institusi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan riset-riset inovatif dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
“Dokter keluarga adalah garda terdepan sistem kesehatan yang berinteraksi langsung dengan keluarga dan komunitas. Maka penguatan kapasitas, riset, serta pendidikan berkelanjutan menjadi kunci untuk menghadirkan dokter keluarga yang kompeten, humanis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Kerja sama ini sejalan dengan transformasi layanan primer yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, di mana dokter keluarga berperan penting dalam memastikan kesinambungan layanan, peningkatan kualitas hidup, serta penguatan ketahanan kesehatan keluarga Indonesia.
Acara diakhiri dengan pembacaan pantun inspiratif dari dekan FK UWKS yang menggambarkan semangat kolaborasi antara FK-UWKS dan PDSKKI:
“Berlayar perahu menuju Madura,
Angin berhembus lembut ke selatan.
Dokter keluarga penjaga raga dan jiwa,
Menyentuh hati dengan kasih dan ketulusan.”
“Menanam ilmu di tanah berbakti,
Menyirami dengan semangat dan cinta.
FK-UWKS dan PDSKKI bersatu sinergi,
Mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat sejahtera.”
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan peran dokter keluarga di Indonesia, sekaligus mempertegas komitmen FK-UWKS sebagai institusi pendidikan kedokteran yang humanis, inovatif, dan berorientasi pada masyarakat.
Sadewo
