
By ; Drs. Husnu Mufid, M.PdI Sejarawan dan Ketua Takmir Musholla Al Ikhlas Surabaya.

Salah satu tokoh penyebaran Islam di Cirebon yang silsilahnya masih misteri adalah Pangeran Trusmi penguasa di Trusmi. Ia dikenal juga dengan nama Buyut Sumbuk, Pangeran Sombek, Pangeran Sarmana, Pangeran Mangana, Pangeran Trusmi dan Bung Cikal.
Sebagian penulis sejarah Cirebon mencatat Pangeran Trusmi sebagai putra Sunan Gunung Jati dan Nyai Ratu Rarakerta putri dari Ki Gedeng Jatimerta.
Silsilah semacam itu seperti catatan silsilah keluarga Kalisapu Sebagian lainnya menulis ia putra Pangeran Cakrabuana.
Menurut Carita Purwaka Caruban Nagari Pangeran Walangsungsang menikah dengan Nyai Retna Riris yang kemudian berganti nama menjadi Nyai Kencana Larang, putri Ki Gedeng Alang-alang.
Dari perkawinan ini , Pangeran Walangsungsang mempunyai seorang putra bernama Pangeran Cerbon, kemudian Pangeran Carbon menikah dengan Nyi Cupluk, Putri Ki Gedeng Trusmi dan mempunyai seorang putra bernama Pangeran Trusmi yang pada masa kecilnya bernama Bung Cikal, dikenal pula dengan gelar Manggana Jati.
Perlu adanya penelusuran historis yang lebih mendalam tentang pangeran Trusmi ini. Sumber-sumber primer tentang sejarah Cirebon memang banyak yang hilang atau sengaja dihilangkan kolonial, tetapi menurut perkiraaan para peneliti masih banyak naskah yang bisa diselamatkan oleh para bangsawan dan ulama di Cirebon, namun keberadaannya memerlukan penelusuran yang seksama.
