
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Ada hadits yang mendasari narasi judul artikel ini, adalah:
“من أحب شيئا أكثر ذكره”
“Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan banyak menyebutnya.”Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya.
Secara umum, maksudnya hadits tersebut adalah bahwa apabila seseorang yang mencintai sesuatu, maka orang tersebut akan sering menyebut dan mengingatnya dalam perkataan dan perbuatannya. Artikel ini menganalisis dzikir yang berarti khusus menyebut dan mengingat Asma Allah SWT.
Ketika kita menyebut kata atau lafal tertentu, sudah barang tentu ada motivasi atau bahkan keinginan tertentu pula. Sesungguhnya motivasi adalah bagian atau komponen dari keinginan. Bersamaan dengan percaya diri dan konsistensi, motivasi mengokohkan sebuah keinginan. Dengan demikian ketika kita menyebut Asma Allah SWT misalkan, maka jelas merupakan bukti bahwa kita mengekspresikan rasa tertentu terhadap lafal yang kita sebut yakni Allah SWT.
Ekspresi rasa tertentu ketika menyebut Asma Allah SWT tersebut adalah bisa salah satu dari tiga ini yakni; cinta (hub), takut (Khouf), dan berharap (roja’). Ketiga ekspresi rasa ini bisa yang dominan hanya satu. Berikut mari kita deskripsikan atau kita rinci masing-masing contohnya.
Ketika kita bersedekah misalnya, maka logikanya yang dominan adalah cinta sebab rasa cinta ini memerlukan pengorbanan menasarrufkan dana sehingga kita bersedekah. Ketika kita tidak berani melakukan bahkan menjahui larangan kemudian menyebut Asma Allah SWT, maka yang dominan adalah karena takut kepada Allah SWT dan siksaNya. Ketika kita berdoa mohon berbagai permohonan, maka rasa yang dominan adalah berharap doa kita diqobulkan.
Dengan demikian, mari kita perbanyak dzikir dan kita hayati ketika kita dzikir. Mari kita fokuskan konsentrasi ingat kita kepada Allah SWT serta kita pilih dari ketiga pilihan rasa tersebut.
Satu hal yang ter-amat sangat besar sekali manfaat memperbanyak dzikir adalah membiasakan lan melancarkan lisan kita. Sehingga ketika pada saat-saat kondisi tidak sadar tergelincir misalkan, maka yang keluar dari lisan kita adalah dzikir kepada Allah SWT. Terutama pada saat sakaratul maut nanti, insyaAllah lafal yang muncul dari lisan kita adalah dzikir kepada Allah SWT semoga demikian aamiin.
Semoga manfaat barokah selamat dunia akhirat aamiin.
🤲🤲🤲
Wonosobo, 11 Robiul Akhir 1447
atau
5 Oktober 2025
m.mustain
