
BLITAR–Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menggelar acara Seminar Manuskrip Nasional Bertajuk *”Jejak Dan Naskah Nusantara Di Blitar Raya”* dalam rangka memperingati Hari Lahir Universitas Nahdlatul Ulama (UN)Blitar yang ke-9 di Blitar,Kamis 4/9 2025.
Seminar ini menghadirkan tokoh sejarawan nasional Ferry Riyandika S.Pd dan tokoh peneliti nasional manuskrip nusantara, Dr. H. Fuad Ngainul Yaqin.
Pada kesempatan itu Ferry Riyandika S.Pd menjelaskan tentang asal usul sejarah Blitar Raya. Fun fact yang baru adalah bahwa nama Balitar itu ternyata ada sejarawan yang berpendapat sebagai nama logam “kuningan”.
Acara disambung dengan opening speech yang disampaikan oleh Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNU Blitar, H.M.Abd. Rouf., Lc., M.A. Abdul Rouf mengatakan
bahwa manuskrip dan sejarah itu sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam keilmuwan al-Qur’an.
Sementara Dr. H. Fuad Ngainul Yaqin., Lc., M.A, nenyinggung mengenai naskah nusantara yang ada di Blitar Raya. “Sampai saat ini masih ada 10 naskah” mungkin bisa lebih jika diteliti lebih lanjut-, ungkap Ngainul Yaqin.
Secara detail,lanjut Ngainul Yaqin, ciri ciri naskah sesuai dengan tahun di tulisnya.
*Ciri-ciri naskah asli itu harus sesuai dengan tahun penulisan,” tambahnya.
Seminar diikuti banyak peserta.Tidak hanya dari lingkup kampus UNU Blitar saja, namun juga instansi pendidikan yang ada di Blitar seperti MAN Kota dan juga hadir mahasiswa dari UIN Syeikh Wasil Kediri, juga delegasi dari Fillial Pesantren Lirboyo di Tanggung Kota Blitar.
Semua berharap seminar manuskrip ini mampu menjadi pengetahuan yang bisa diimplementasikan oleh para pelajar tingkat Madrasah Aliyah dan mahasiswa prodi IAT se-Indonesia, untuk dapat dijadikan pedoman dalam memaknai al-Qur’an itu sendiri.*Inam Kusnin Ahmad*
