
TULUNGAGUNG Madinah. Com– MTsN 4 Tulungagung mengadakan sebuah acara perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang meriah dan berkesan. Acara ini berupa Bazar Kemerdekaan dan Pentas Seni yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 September 2025 di Desa Suruan Lor, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan yang digagas oleh pihak madrasah, Karang Taruna, dan didukung penuh oleh para wali murid ini dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Tulungagung Moh Afif Fauzi M.Ag.
Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut, Muspika Kecamatan Bandung, Kepala Desa Suruan Lor, serta para ketua organisasi masyarakat (ormas) setempat.
Menampilkan Kreativitas Siswa dan UMKM LokalBazar Kemerdekaan ini menghadirkan 33 stand yang dikelola oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 MTsN 4 Tulungagung, serta melibatkan Karang Taruna dan pelaku UMKM dari Desa Suruan Lor.
Berbagai jenis makanan dijajakan, mulai dari kuliner tradisional seperti lodho, cenil, kicak, dan puthu ayu, hingga makanan kekinian seperti bakso dan burger.
Sementara itu, panggung pentas seni menjadi ajang bagi para siswa, ekstrakurikuler, dan guru untuk menunjukkan bakat mereka.
Pertunjukan diawali dengan penampilan hadroh dari ekstra hadroh MTsN 4 Tulungagung, diikuti dengan tarian, drama, pembacaan puisi, hingga modern dance.Membangun Jiwa Wirausaha dan Cinta Tanah AirDalam sambutannya, Kepala MTsN 4 Tulungagung Dr. Laili Nikmah, M.M Pd, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas dan semangat berwirausaha siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan mengisi kemerdekaan melalui semangat belajar dan mengukir prestasi.
Kepala madrasah juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang luhur, sesuai dengan motto madrasah mereka, “santun dalam kata, luhur dalam budi, unggul dalam prestasi, cintai lingkungan asri.”Selaras dengan hal tersebut, Bapak Kakanmenag Tulungagung memotivasi para siswa untuk terus menggali dan mengasah bakat serta minat mereka demi mencapai prestasi terbaik, sebagaimana motto Kemenag Tulungagung “Madrasah Tulungagung melambung tanpa ujung.”
Dia juga memohon kepada hadirin untuk mendoakan agar MTsN 4 Tulungagung lolos sebagai madrasah adiwiyata mandiri, setelah sebelumnya berhasil ditetapkan sebagai madrasah adiwiyata nasional.Acara ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara madrasah, desa, dan Karang Taruna, menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda. elfa_sekar
