Fenomena Pengibaran Bendera One Piece

Oleh :  GEMBONG AJI R, S.H. YLC PERADI Banyuwangi.

Munculnya fenomena pengibaran bendera ‘One Piece’ hari ini sempat menjadi polemik hangat di Medsos, acara debat pro-kontra di televisi yang melibatkan para pihak elitis di negeri ini. Kali ini jurnalis Menaramadinah.com wawancara ekslusif via android dengan tokoh muda yang berprofesi sebagai advokat di lembaga Peradi Banyuwangi, juga aktivis di YLc-Peradi kab. Banyuwangi. MR Jurnalis Netizen Menaramadinah.com mengajukan beberapa pertanyaan dialogis sebagai berikut:
MR : Selamat malam Mas Gembong, gimana kabarnya?
GAR (Gembong Aji Rifai, S.H.) : Alhamdulillah baik. Sehat wal afiat. Mudah-mudahan juga dengan Anda, semuanya baik-baik.
MR. : Mas, di Medsos, acara TV ramai dengan pembahasan pengibaran ‘One Piece’ kebetulan viral di bulan Agustus, bulan perayaan hari kemerdekaan negeri kita tercinta. Bagaimana Anda melihat fenomena itu jika lihat dari sisi hukum dan juga dilihat dari sisi tokoh muda?
GAR : Menurut saya fenomena itu tidak ada pasal-pasal hukum yang dilanggar. Tidak ada pidananya selama tempat dan waktu cara pengibarannya dengan disengaja mengesankan merendahkan posisi symbol kenegaraan terutama Bendera Negara Merah Putih. Selama itu tidak terjadi tidak mengapa. Setelah saya pelajari itu hanyalah sebuah ekspresi non-verbal atau simbolik yang sangat subjektif pemahamannya. Subjektif yang saya maksud bisa dipandang dari kacamata berbeda; sisi hukum, politik, social. Dari ruang politik secara akademis dan politik praktis tentu sangat varian apalagi dikaitkan dengan perkembangan situasi politik hari ini. Bisa dengan argumentasi yang ilmiah, pragmatis dan aneh-aneh menurut selera yang dikait-kaitkan. Itu fenomena social saja yang wajarnya selalu multi intepretasi dengan narasi masing-masing sesuai dengan kepentingan dan kualitas akademiknya.
MR : Di mata generasi muda, adakah di fenomena itu ada hal yang tidak sekadar pengibaran sebuah bendera bersimbol yang ‘tidak umumnya’ di masyarakat kita?
GAR : Menjadi distorsi pemaknaan tentang pengibaran karya Joli Roger itu tidak lepas dari pandangan beda antara generasi karena beda zaman. Di mata anak muda itu hanya sebuah kreativitas dan juga ekspresi secara psikologis ada hal yang selama ini membuat mereka ada hal yang ‘patut’ dihubungkan dengan semacam protes atau ungkapan kekecewaan tidak hanya di arahkan ke pemerintah tetapi juga hal lain terkait dengan system atau perlakuan yang agaknya menyangkut tentang kebijakan dan keadilan. Fenomena ini sebenarnya jika dipositifi adalah bentuk keterlibatan anak muda terhadap situasi kekinian. Bagus. memangnya anak-anak muda itu tidak boleh ‘cuek’ dengan keadaan. Cuman antara visi dan misinya diekspresikan verbal-nonverbal dengan tetap memegang etika, bermoral dan patriotik. Kalau misalnya memang itu ditujukan dengan semangat membangun kebaikan masa depan bangsa dan negara tidak ada yang salah sepanjang teknik, cara dan saatnya (waktunya) tidak untuk menyakiti siapapun dengan narasi ‘asbun’, emosional apalagi beritikat mengganggu kesakralan atas simbol-simbol kenegaraan. Janganlah membawa-bawa fenomena pengibaran bendera dari dunia fiktif Itu ke hal-hal yang tidak patut, tidak menunjukkan berkepribadian keindonesiaan. Anak muda hari ini harus menjadi generasi tua nantinya yang lebih baik dari generasi tua zaman ini. Itu hal prinsip yang mainstream. Generasi muda hari ini (Gen-Z) harus lebih semangat jiwa patriotik dengan cara-cara yang elegan, argumentatif dan prospektif. Jangan mewarisi buruknya kondisi hari ini dan yang dulu-dulu. Semangat berkreasasi produktif yang inovatif menjadi tuntutan wajib bagi Gen-Z agar bisa mewujudkan perintah agama dan negara bahwasanya hari esok harus lebih baik. Itu saja.
MR : Ok. Terima kasih Mas. Semoga fenomena pengibaran bendera One Piece tidak berlebihan dimaknai yang negatif banget, tetapi juga jangan ‘sembrono’ atau meremehkan atas semua itu.
GAR : Ok. Sepakat. Para pihak jangan lebay dan over-negative terhadap kami Gen-Z, kami akan berupaya berkontribusi terhadap masa depan bangsa dan Negara ini lebih baik, lebih bermartabat dan bergengsi di dunia internasional. semoga
Terima kasih Menaramadinah.com atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berkomentar dan tentu jauh dari ideal. Selamat malam.