
KEDIRI — Sejumlah tokoh lintas agama, suku, dan budayawan dari berbagai daerah menyatakan dukungan penuh terhadap agenda Ruwatan Negara Menyongsong Indonesia Mercusuar Perdamaian Dunia, yang akan digelar bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang.
99
Panitia Ruwatan Negara, Ari Hakim Lc., menjelaskan dukungan ini diperoleh setelah pihaknya melakukan kunjungan silaturahmi ke berbagai daerah untuk memohon doa restu kepada para tokoh dan sesepuh.
9
> “Beberapa pekan terakhir kami sowan ke para sesepuh, tokoh agama, dan budayawan di berbagai daerah. Alhamdulillah semuanya mendukung dan mendoakan agar acara ini berjalan lancar,” kata Ari Hakim, Senin (14/07/2025).
Beberapa tokoh yang telah menyatakan dukungan di antaranya Ida Resi Pandita Agung Nata Siliwangi dari Sunda, I Dewa Nyoman S. Hartana dari Bali, Dahlan Iskan dari Surabaya, Ki Nur Padunata dari Mojokerto, Mbah Selo dari Kediri, Mbah Jolo dari Malang, Pinandita Darwadi dari Blitar, Kiai Fiyatno dari Bengkulu Tengah, hingga Haji Marwan dari Kota Bengkulu.
Ketua DPD Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan Jawa Timur, Puryono, menyatakan pihaknya siap mengerahkan seluruh jaringan di daerah untuk berpartisipasi.
> “Kami akan menggerakkan seluruh Kota dan Kabupaten di Jawa Timur agar hadir dan terlibat aktif demi suksesnya Ruwatan Negara ini,” ujarnya.
Ruwatan Negara digelar sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus ikhtiar bersama untuk meneguhkan Indonesia sebagai mercusuar perdamaian dunia. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara gotong royong, melibatkan lintas komunitas, agama, dan budaya.
Panitia juga merilis rangkaian kegiatan Ruwatan Negara yang meliputi Kirab Budaya, Ujub Donga, Upacara, Doa Lintas Agama, Sarasehan Kebangsaan, hingga Pentas Seni.
Sebagai penanggung jawab kegiatan adalah DPD PCTA Indonesia Jawa Timur, dengan pelaksana lapangan Situs Persada Soekarno Kediri bersama DPC PVTA Indonesia Kabupaten/Kota Kediri.
Panitia berharap melalui kegiatan ini, persatuan dan spiritualitas bangsa semakin kokoh, serta Indonesia semakin dikenal dunia sebagai teladan perdamaian.* koes
