Falsafah Jawa ; Kumpul Cucu Ora Kumpul Ucul

_Falsafah Jawa :_*”Kumpul Cucul, Ora Kumpul Ucul”* _Berkumpul tombok, tidak berkumpul lepas._ Makna dari ungkapan di atas adalah : Orang yang terlibat dalam sebuah perkumpulan atau organisasi, apapun namanya, ia harus siap tombok, sedangkan orang yang tidak mau berkumpul dengan berkegiatan dalam masyarakat, ia akan terlepas dari komunitasnya. *Kumpul Cucul* […]

Sesaji atau Sajen

Sesaji atau Sajen Mengapa seorang Kejawen Sejati memberikan sajen? Hal ini dikarenakan oleh tata krama sopan santun kepada pihak lain (alam, mahluk halus, sesepuh, orang lain, dsb) yang harus dicerminkan oleh seorang Kejawen. Analoginya, dengan kita menyembah Gusti, tidak berarti kita tidak menyuguhkan kenalan atau tetangga kita yang berkunjung ke […]

Religius Penghayat Kepercayaan Jawa

Religius Penghayat kepercayaan Jawa. Sistem religi Jawa merupakan hasil olah cipta rasa karsa dan daya spiritual orang Jawa. Olah cipta rasa karsa dan daya spiritual tersebut melahirkan pemahaman adanya “maha kekuatan” yang “murba wasesa” (mengatur dan menguasai) seluruh jagad raya dan isinya. Maka lahir kesadaran hakiki tentang adanya “realitas tertinggi” […]

Sejarah Paguyuban Pangestu

Sejarah Paguyuban Pangestu ( Ngestu Tunggal ) R. Soenarto adalah salah satu umat yang terpilih yang menjadi warono turunnya Sabda Ilahi dengan perantaraan Utusan-Nya yang Abadi, yakni Suksma Sejati. Sabda Ilahi yang diterima beliau bukanlah sesuatu yang serta-merta turun begitu saja, melainkan diperoleh setelah R. Soenarto berupaya keras melalui masa […]

Sejarah Paguyuban Sumarah

SEJARAH PAGUYUBAN SUMARAH Riwayat Singkat Pendiri Paguyuban Sumarah Pendirinya adalah R.Ng. Soekinohartono (Pak Kino). Beliau dilahirkan pada tanggal 27 (26 malem) Desember 1897 di desa Munggi, Kapanewon Semawu, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta, dari keluarga Raden Wirowedono. Pak Kino meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1971 di Wirobrajan VII/158 dan dimakamkan […]

Mengembangkan Kebutuhan Pribadi

MENGEMBANGKAN KEUTUHAN PRIBADI. Pribadi yang utuh atau manusia seutuhnya mengetengahkan suatu konsep yang menghendaki agar diri manusia / Dat Tri Tinali (Raga, Nyawa, Suksma) tidak terpecah-pecah kedalam bagian-bagian atau otonomi maupun spesialisasi kesadaran, yang justru menimbulkan konflik dan pertentangan kepentingan dalam diri manusia itu sendiri. Terbukti bahwa pada zaman sekarang […]

Hakekat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Bagi Kehidupan Manusia

HAKIKAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME, BAGI KEHIDUPAN MANUSIA. Kepercayaan Terhadap Tuhan YME mempunyai implikasi bagi tingkah laku manusia, dalam artian bahwa Kepercayaan terhadap Tuhan YME mendidik kepada mereka yang menghayatinya untuk menjadi lebih peka terhadap nilai-nilai. Pembenaran terhadap pernyataan ini menjadi jelas jika kita melihat kepada Organisasi penghayat kepercayaan, disana […]

Tata Cara Ritual Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Mgesti Kasampurnan

  Dalam melaksanakan Panembah, Kepercayaan terhadap Tuhan YME “Ngesthi Kasampurnan” hampir tidak memerlukan sarana apa-apa. Misalnya kemenyan, bunga-bunga,atau makan-makanan berupa sajen dan lain-lain. sama sekali tidak memerlukan. Adapun sarana yang diperlukan: 1. niat yang suci untuk melaksanakan Panembah kepada Tuhan YME. 2. Tempat yang bersih, syukur tempat itu tetap atau […]

Sejarah Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa Ngesti Kasampurnan

Sejarah Kepercayaan Tuhan YME Ngesthi Kasampurnan. 1. ASAL USUL RPS. GUNUNG. Pada tahun 1830, Ki Wiropati pengikut Pangeran Diponegoro, kembali ke babadan sleman karena dikejar kejar Belanda. Di Sleman beliau meneruskan karya ayahandanya yaitu Ki Wirobongso, seorang Penewu Sleman. Setelah bekarya selama 30 tahun, tepatnya pada tahun 1860 beliau menjadi […]