Mengenang 40 hari wafatnya Sang Pejuang

Oleh : Nurul Fajri.

Beliau Adalah Abah H. Soerawi Ayah Dari Ust Yahya Aziz Kakek Dari Ust M. Nur Adzkiyaaul Fuadi (Aldi ) & Aulia Nurusshofa Zakiah (Alya)

Perjuangan Beliau Mendidik Anak Satu²nya Menuai Hasil Yang Luar Biasa (Menjadi Dosen di ITS & UINSA), Cucunya Pertama Aldi Menjadi Ustad/Guru Di Gontor 4 Banyuwangi, sedangkan cucu yang kedua adalah Alya sekarang menjadi santriwati Al mahrusiah Lirboyo Kediri. Adik adik beliau Beliau Memegang juga bekerja di lingkungan Uinsa (sudah pensiun ) saudara Syaikhul Amin di kantor pusat dan Moh Thoyyib di fakultas Adab.. Tunggu Dulu, Bukan Hanya Dalam Lingkaran Keluarga Saja Beliau Memberikan Didikan Orang orang luar yang pernah diajak berjuang merintis dan berjuang untuk mengajar di TPQ Aljihad mulai tahun 1982. Sekarang menjadi Pondok pesantren mahasiswa aljihad yang diasuh oleh KH. Imam Khambali.
Almarhum juga ikut merintis berdirinya Pusat Ma’had Aljamiah UIN Sunan Ampel Surabaya mulai 2005 sebagai kepala bagian administrasi pesantren.
Banyak Anak Didik Beliau Di Surabaya/Luar Kota Yang Menjadi Orang² Penting Dan Luar Biasa.
Diantaranya adalah :
1. KH. Husnul Yasin Mojokerto sekarang menjadi tokoh masyarakat Surabaya
2. Drs. Moh. Munif Pasuruan sekarang bekerja di Kandepag Pasuruan
3. Almarhum Supatmo Ali Fauzi Tuban kasi haji Kandepag Mojokerto
5. Almarhum KH Idrus Sulaiman pengasuh pesantren dan guru MTSN Bojonegoro.
6. M. Ilyasak sekarang berkerja di Kandepag Sumenep.
Keenam mahasiswa ini pernah ikut langsung didikan beliau di rumah nya sambil mengajar ngaji di rumah jln jemur Wonosari GG lebar 88 A.
Ada 2 wanita hebat di belakang almarhum Abah soerawi yaitu mertuanya almarhumah bah Juminah dan istri beliau almarhumah ibu Siti Maryam wafat 2004.
Kedua wanita inilah yang merawat kedua adiknya ( mas amin, mas thoyyib ) sejak kecil yatim piatu.

Dimasa Pensiun Dalam Usia Senja sejak 2016 Beliau Diuji Alloh Untuk Rutin Cuci Darah Seminggu Dua Kali Di RSI A Yani Surabaya, Kurang Lebih 5 thn Lamanya Beliau Berjuang Melawan Penyakit Itu Dilalui Dengan Ikhlas, Tetapi Yang Membuat Saya Kagum, Beliau Tidak Seperti Orang Sakit, Kata Beliau, Seng Loro Iki Awakku, Tapi Atiku Ora, Ya Alloh Betapa Sabar Beliau.
Tepat Senin 22 Februari 2021/10 Rajab jam 10 pagi beliau menghembuskan nafas terakhir…. innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un….

Abah… Insya Alloh Akan Kuteladani Sabarmu
Insya Alloh Akan Kuteladani Ikhlasmu
Insya Alloh Akan Kuteladani Perjuanganmu

Selamat Jalan Abah, Syurga Menantimu
Kami Akan Selalu Mengenang Jasa²mu

Jum’ah 02,04,2021
# Pengasuh Majlis ta’lim Alkholqiyyah Sidoarjo dan Pembimbing umroh Balqis Travel Surabaya#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *