Setahun Pandemi Covid 19 dan Meyaqini Qadarallah

*Pikiran Pagi Akhir Pekan, In Syaa Allah Bermanfaat (fim 8 Rajab 1442 H

Oleh : Mas Fim.

BULAN MARET tinggal sepekan lagi. Tak terasa sudah setahun –dari Maret 2020– pandemi Covid19 mulai menyasar tanah air Republik Indonesia. Dan dalam sebulan belakangan ini, tiga sahabat seprofesi wafat terpapar ganasnya virus ini. Mereka almarhum Alfian Mudjani, Yuyung Abdi dan Abubakar Yarboo yang wafat semalam pukul 19.10 di RSUA.

Wabah penyakit yang populer disebut Corona yang membikin penderitanya merana ini bermula dari Wuhan, Tiongkok. Dan dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia. Korban meninggal sangat besar jumlahnya. Begitupun yang terpapar jauh lebih banyak. Saking banyaknya, membuat rumah sakit dimana pun kelabakan menampung untuk merawatnya.

Akibat lain banyak usaha mikro menengah dan atas gulung tikar. Ratusan ribu orang kehilangan pekerjaan ke-PHK.

Kehidupan masyarakat makin susah dan menderita akibat pembatasan sosial yang berlebihan. Diawali Lockdown, PSBB, Newnormal, PPMK dan entah nanti bakal ada istilah apalagi.

Sekarang setiap hari masyarakat mulai tidak peduli apa itu Covid. Tingkat perceraian makin meningkat. Orang tidak bisa terus menerus hidup di rumah. Orang hidup butuh bekerja dan makan. Ketakutan terhadap Covid19 terlalu berlebihan. Bahkan, banyak masyarakat yang sudah tergerus keyakinannya bahwasanya yang membuat sakit adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan mahluk lainnya.

Beberapa hari ini jalan jalan mulai ramai dan sibuk. Orang keluar rumah untuk bekerja mencari nafkah agar kehidupan keluarga mereka bisa berlangsung. Tanpa bekerja bagaimana rakyat kecil kebanyakan bisa bertahan hidup. Kurang makan bisa menyebabkan kurang gizi dan datanglah penyakit yang lain. Tubuh yang lemah mudah dijangkiti Covid 19. Kematian pun mengancam !

Sampai kapan lingkaran jahat ini berhenti. Berbagai pihak berteriak bahaya pandemic Covid 19. Tapi juga perlu melihat kenyataan lingkaran kesengsaraan yang tiada berujung. Apalagi sampai saat ini belum ada satupun ahli yang dapat memastikan vaksin dan obat yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ini.

Semoga Vaksin Nusantara (VN) –diulas di DI’sway– hasil temuan ahli asal USA yang diramu Dr Terawan mantan Menkes bersama tim bekerjasama dengan FK Undip bisa jadi penangkalnya. In syaa Allah. Rencana bulai Mei nanti mendatang VN akan diberikan ke WNI dari Sabang sampai Merauke hingga Miangas ke pulau Rote.

Bila setahun pandemi ini pemerintah belum juga bisa mengatasi, mau dibawa kemana sebenarnya masyarakat ini ?

Pemerintahan yang baik selalu memberikan kedamaian dan ketenangan kepada rakyatnya. Bukan keresahan dan kecemasan yang berlarut larut. Karena kebijakan yang asal asalan.

Saatnya masyarakat berpikir cerdas dan meningkatkan keyakinan. Bahwasanya mahluk tidak berkuasa, hanya Allah yang berkuasa. Kekuatan hanya dari Allah semata bukan yang lainnya.

Tiada Tuhan selain Allah. Semoga semuanya ini menjadi renungan untuk bangkit melawan ketidakpastian akibat pandemic Covid19.

Ini bukan lagi soal ilmu kedokteran, tapi, jauh dari itu soal keyakinan kita yang makin tipis kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan petunjuk dan perlindungan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Aamiin Yaa Rabbal AlaamiinšŸ™šŸ™

*fim=ferryismirzamenuju15rajab*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *