Kebodohan itu Menakutkan

Oleh : Yahya Aziz


Betapa pun buruk kondisi bangsa, jika kita sungguh sungguh dan serius memajukan dunia pendidikan secara merata dari Sabang sampai Merauke, Indonesia akan cerah dan gemilang menghadapi masa depan.
Musuh utama suatu negara adalah KEMISKINAN. Akan tetapi ada yang lebih menakutkan dan membahayakan lagi dari kemiskinan yaitu KEBODOHAN.
Tesis Eko Prasetyo dalam bukunya yang berjudul ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH, betapa ruwetnya masalah pendidikan di sekolah, didukung dengan bukunya Darmaningtyas yang berjudul PENDIDIKAN RUSAK RUSAKAN, menambah wawasan kita tentang carut marut dunia pendidikan kita mulai dahulu sampai sekarang. Seakan akan ada pembodohan terhadap masyarakat secara struktur dan grand skenario penjajahan pendidikan.
Karena kebodohan merupakan kemiskinan yang paling rawan dan menghancurkan sebuah bangsa, yaitu KEMISKINAN ILMU dan KEMISKINAN MORAL.
Di Indonesia gak kurang orang pinter, yang kurang itu orang benar. Tiap tahun universitas mengeluarkan sarjana S1, S2, S3 tapi kondisi negara kita ya begini begini saja, kata almarhum KH. Hasyim Muzadi pada reuni Akbar 90 tahun PMDG.
Bangsa yang miskin jangankan untuk menghalau dan melawan bangsa bangsa luar, untuk menjadi bangsa yang mandiri dan punya integritas saja tidak mampu.
Hampir semua sektor kita telah dijajah, persatuan, ekonomi,hukum dan pendidikan. Bila kebodohan telah menggurita, tinggal tunggu waktu sebuah bangsa akan menunggu kehancuran nya.
Menangis rasanya bila mendengar bangsa telah mendapatkan suntikan suntikan dana dari negara negara luar. Seakan akan bangsa ini sedang sakit dan miskin. Yang lebih ironis lagi ketika bangsa ini menjadi bangsa pengemis terhadap bangsa bangsa lain.
Kita tidak pernah bisa tegas untuk berdiri dengan kaki kita sendiri dalam mengatur bidang ekonomi dan pendidikan.
PEMBELAJARAN ONLINE, RIBUT DAN PRO KONTRA
Hampir 50 guru yang kami wawancarai, semua guru mengatakan mereka rindu mengajar di kelas. Dan selama pembelajaran daring justru anak tambah liar, bodoh dan rusak moral nya. Begitu kata bapak D N pengajar seni lukis di Jawa Timur.
Menarik sekali kisah keluarga besar bpk ibu Yesi elsandra WNI yang tinggal di Kanazawa Jepang, bagaimana pendidikan negara Jepang mengatur warganya saat anak belajar di rumah.
1. Anak anak wajib pakai masker, setiap hari suhu tubuh diperiksa di rumah. Anak anak wajib menulis berapa suhunya pada kertas yang wajib ditanda tangani oleh orang tua, dan kertas itu di bawa sekolah tiap hari.
2. Jika ada anggota keluarga yang sakit, anak anak tidak boleh ke sekolah walaupun anak nya sehat.
3. Anak anak Jepang pergi ke sekolah jalan kaki dan sedikit berinteraksi dengan orang lain.
4. Di sekolah sekolah Jepang tidak ada pedagang asongan dan jajanan di areal sekolah, jadi kemungkinan terpapar nya virus Corona bisa diminimalisir.
5. Di Jepang tidak ada pembelajaran Daring, tidak pernah anak anak membuat tugas yang berhubungan dengan internet, semua tugas diberikan secara fisik.
6. Boleh dikatakan rakyat Jepang melek internet, tapi tetap tugas nya anak anak dengan tugas fisik, kebijakan ini untuk menghindari anak anak terpapar secara masif dengan GEDGET.
7. Pekerjaan rumah tetap diberikan seminggu sekali, setiap minggu ada pos yang mengirim tugas tersebut dalam sebuah amplop, anak anak mengerjakan di rumah.
8. Secara berangsur angsur mulai 1 Juni secara resmi sekolah di buka. Yang masuk dibagi 2 kelompok, absen 1-15 masuk Senin dan absen 16-30 masuk selasa, belajar sebentar dan tidak full day seperti biasa.
Banyak para wali santri yang berprofesi sebagai guru. Ada yang berjuang mengajar di sekolah, pesantren dan lembaga pendidikan yang lain. Di sebuah pedesaan yang jauh dari jangkauan internet, justru ada guru pejuang sejati, yaitu mendatangi rumah rumah murid nya untuk belajar bersama, karena orang tua nya tidak mampu membelikan HP dan pulsa.
Yang menarik dari kisah di atas, walaupun rakyat Jepang menguasai internet, namun pembelajaran di Jepang tidak ada DARING…. mungkin anak anak akan lebih bahaya terpapar dengan virus teknologi.
Beruntunglah Anda semua sebagai wali santri ada lembaga pendidikan murni asli produk budaya Indonesia yaitu pesantren. Sejak 17 Juni santri santriiwati gontor kembali belajar dan para santri pondok pesantren seperti Lirboyo, Tebuireng datang untuk belajar secara bertahap.
Mereka para santri rindu belajar bersama Kyai dan rindu belajar, berorganisasi, berolahraga bergembira dan berkumpul di asrama bersama dengan teman-teman nya dari Sabang sampai Merauke.
Dari bumi pesantren salaf dan modern lah akan lahir generasi generasi bangsa yang cerdas, tangguh dan berkualitas yang tidak mudah dibodohi oleh pihak manapun. Dan pendidikan yang paling baik adalah PENDIDIKAN yang diimbangi oleh nilai nilai moral, adab, ilmu dan iman….. ADABAN, ILMAN WA KHULUQON…
Semoga seluruh wali santri, para pengasuh pesantren diberi kekuatan lahir batin oleh Allah SWT dalam mendidik generasi bangsa.
Kediri, 01/08/2020
Selamat hari raya idul Adha 1441 H, semoga sukses selalu dan sehat panjang umur.
Y A : wali santri Gontor Ponorogo dan Lirboyo Kediri, penulis tetap menara Madinah com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *