Dwidjo Maksum Dalam Kedai Vespa Transformer 6.0

KEDAI VESPA TRANSFORMER 6.0

Saya sedang menuntaskan catatan untuk buku antologi tulisan murid-murid SMA di Pare atas permintaan Ibu Guru sahabat saya. Angin yang menyelinap dari balik pagar menjelang tengah hari, terasa nyaman untuk ketak-ketip laptop.

Tak lama berselang, datang serombongan kawan scooterist membawa Vespa yang dikonsep menjadi kedai berjalan. Apa boleh buat, struktur kata yang berderet di monitor terpaksa harus dihentikan. Karena tamu adalah raja yang harus disambut, meski kemunculannya bukan lewat kontestasi.

Berbincang mulai dari hal teknis warung bergerak beroda enam hingga sekrup yang paling idealis, akhirnya teman-teman pengelola kediripedia.com memutuskan untuk mendokumentasikan hasil karya mereka. Alhasil, kedai pun dalam waktu singkat berdiri di bawah pohon mertega. Sejumlah tetangga yang sedang pulang ke rumah untuk beribadah di jam istirahat kantor, turut mangayubagya kehadiran orang-orang yang setia tegak di atas mesin kanan. Mungkin mereka mengerti, bahwa kegembiraan adalah sesuatu yang harus diinisiasi.

Seperti apa, bagaimana, dan siapa di balik pengerjaan warung Vespa ini, tunggu tayangannya di channel YouTube Kediripedia. Mau mengundang mereka jika ada hajatan boleh juga, daripada ribet nyeduh kopi sendiri. Baverage sachetan atau kopi murni ala kumpeni tetap dilayani. Nasi bungkus kelas demonstran atau menu kuliner selfie-selfie juga bisa dipertimbangkan. ?

Tabik,

(DUM: bawah pohon mertega, lepas dhuhur Kamis 28 Februari 2019)

Husnu Mufid

Koresponden MM.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *